Pijat “plus-plus” oleh perempuan dibawah umur

Yang namanya kenikmatan sex akan tetap menjadi salah satu komoditi yang cukup menguntungkan bagi orang-orang yang mengelolanya. Meski bagaimanapun pemerintah melarang atau membuat undang-undang yang melarangnya dengan hukuman seberat-beratnya, selalu ada cara bagi orang-orang ini untuk menjalankan bisnisnya yang nyaris “tanpa modal” ini.

Seperti yang tertangkap di Surabaya tanggal 14 Mei ini misalnya. Panti pijat Panorama di Jalan Kupang Indah yang di curigai mempekerjakan perempuan dibawah umur ini digerebek oleh anggota Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polwiltabes Surabaya. Alhasil lima pemijat dan seorang pengelolanya digiring ke Mapolwiltabes Surabaya. Kelima pemijat seksi itu adalah Winda (16), Mega (19), Erna (19), Sherly (20), dan Lia (24). Sedangkan Suratmi alias Wiwik (40) sebagai pengelola panti pijat itu dijadikan tersangka, meski tidak ditahan.

Tersangka diduga menyediakan tempat untuk mempermudah perbuatan mesum. Ketika penggerebekan berlangsung, petugas yang dipimpin Kepala Unit PPA AKP Eusebia Torim Tubun memergoki Lia dalam kondisi setengah bugil di kamar lantai 2. Ia baru saja melayani seorang tamu. Sementara, empat pemijat lain ada di lantai 1 (showroom) menunggu tamu yang masuk.

Penggerebekan di Panorama itu berawal dari informasi yang diterima polisi. Informasi itu menyebutkan, panti pijat yang dikelola Wiwik mempekerjakan Winda yang dianggap di bawah umur. Dari informasi itu, polisi menyelidiki dan kemudian menggerebek Panorama. Penyidik menanyakan izin panti pijat yang dikelola tersangka. Ternyata izin panti pijat itu sudah tidak berlaku sejak 2 Mei 2008.

“Tersangka berdalih bahwa izinnya belum diperpanjang ke Dinas Pariwisata Pemkot Surabaya,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Syahardiantono didampingi Kepala Unit PPA AKP Eusebia Torim Tubun.

Menurut AKP Eusebia, izin yang dikantongi Wiwik adalah panti pijat dengan nama Irma yang menyediakan layanan mandi lulur dan salon kecantikan. Namun, tersangka mengubah nama pijat itu menjadi Massage Panorama. “Kalau begitu sama saja tidak ada izinnya karena namanya saja beda,” jelasnya.

”Setiap tamu yang masuk langsung diberi kondom” jelas Syahardiantono. Dalam kasus ini, penyidik menjerat Wiwik dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 jo Pasal 17 UU No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan Pasal 88 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Tersangka juga ditengarai memperdagangkan anak dan mengeksploitasinya secara ekonomi. “Winda bekerja di situ sejak 2007 dan sangat banyak peminatnya karena usianya masih muda,” jelasnya.

Dalam penggerebekan itu polisi tidak menemukan krim atau sejenis obat gosok untuk memijat. Polisi justru menemukan puluhan kondom di lemari. Di setiap ruang untuk pemijatan juga ada kamar mandi yang disekat tembok keramik. Untuk tarif pijat, Wiwik memasang tarif Rp 150.000 per jam, dan sistem pembagian pendapatannya adalah 50 persen 50 persen antara pengelola dan pemijat. Setiap hari ada 10-15 tamu yang masuk ke tempat itu.

Bagi lelaki hidung belang, tentunya tempat seperti ini menjadi tempat yang sangat menggiurkan, tanpa memikirkan pertimbangan sosial karena mata hatinya telah tertutup oleh balutan nafsu setan. Pria-pria hidung belang ini tidak pernah berandai-andai jika para perempuan yang melayani mereka itu adalah ibu atau saudara perempuan mereka, atau bahkan anak-anak perempuan mereka. Jika didalam benak mereka terlintas pikiran seperti itu, saya yakin bisnis seperti ini tidak akan begitu marak dan menjamur.

tulisan ini disadur dari sini

Comments
31 Responses to “Pijat “plus-plus” oleh perempuan dibawah umur”
  1. poychte mengatakan:


    KALO MAU TRAFFIC BLOG, AYO LAH SUBMIT KE SITUS: “Worldspop.com”
    (BISA INCREASE BLOG TRAFFIC)

  2. indra1082 mengatakan:

    HAPUS PROSTITUSI TERSELUBUNG DI INDONESIA, dan jangan lupa..

    DUKUNG & DOAKAN TIM UBER INDONESIA
    SEMOGA JADI JUARA

  3. wisnu saputra mengatakan:

    weleh weleh, kemiskinan, ketidak mampuan ekonomi, pergaulan tidak ada
    batas, ditambah Iman yang tipis dan kesenjangan sosial menjadi cikal
    bakal kejadian seperti itu

  4. AGLC mengatakan:

    Bagi BIKERS yang Minat Ayo gabung disini

    http://aglc.wordpress.com/

  5. beniku mengatakan:

    di kota kota besar di Indonesia praktek model ginian sih banyak sekali dari kelas murahan sampe jutaan, sayangnya aparat tidak konsisten untuk menghilangkannya karena adanya mutualisme simbiosis, kalopun ada yg di grebeg pilih2 kira2 setorannya telat tuh

  6. Yunita mengatakan:

    Ekonomi yg semakin mencekik memaksa kita menjual diri…
    Siapa yang salah?

  7. priasejati.com mengatakan:

    ayo ke sini aja

  8. alisyah mengatakan:

    salah si ceweknya juga, kok mau jadi ‘karyawan’ panti pijat plus-plus
    kalo mereka ga ada, yang cowok kan ga bakal kegetolan

  9. iwan mengatakan:

    cermin kegagalan pemerintah RI membangun ekonomi Indonesia

  10. Jabir mengatakan:

    Biasa saja…
    Suka-suka kita dong.
    Punya uang dan butuh kenikmatan sesaat sebagai hiburan, kenapa dilarang?
    Toh tidak merugikan orang lain..
    Justru bisa dianggap beramal kepada waitress panti pijit yg teraniaya itu…hehehe

  11. hidung belang mengatakan:

    ada tempat alternatif nggak selain di panorama yang udah digrebek? jadi pengen nih

  12. Coolo mengatakan:

    Aku ga prnh k PP, tp aku sk cr awewe d mal2 bdg utk esek2..mrk bkn psk, tp pljr/mhsiswi yg freesex..Sk sama sk

  13. caca mengatakan:

    jangan sok nyalahin, kawin angkat kalo mau. he….he…he….

  14. afgan mengatakan:

    monta no. hpny dong… alamatmnya dimana ?

  15. Kurniawan mengatakan:

    Bagi cewex yg suka freesex,yg btl2 srius mau ngesex hbgin:08562532002

  16. Fendi mengatakan:

    Saya Seorang Pecandu Perempuan. Saya setuju dengan adanya SALON PLUS atau Seks apapun berkedok PIJAT atau SPA. Ini adalah bentuk Lokalisai juga. Thanks

  17. Fendi mengatakan:

    Bila Anda Cewek PSK yang berminat dapat tips dan uang banyak hub Saya Fendi HP. 0856-545-0000-1 Saya suka cewek ABG sekitar 17 th atau dibawah. Berani bayar mahal lho.

    Thanks,

  18. Admin mengatakan:

    Kota besar penuh dengan godaan besar, hehe..

  19. ucie mengatakan:

    fakir yg bkin org jd kafir!!!!!!!

  20. Mbah Kyai mengatakan:

    mau donk

  21. wak jo mengatakan:

    wah wah,,,jaman sudah semakin edan aza,,,,banyak yang bisnis nyalon ( nyambi mbalon ),,wkwkwkwk

  22. samporna mengatakan:

    negara ini sdh tdk ada yg urus….pajak dr prostitusi kok…itu aja repot,,,,,,

  23. Sniper mengatakan:

    Pesanan bisa diantr ngk setengah matng ja ya ox

  24. hujairin mengatakan:

    Berantas segala macam penyakit masyarakat dan…
    pasang iklan gratis di http://barispariwara.blogspot.com
    :D

  25. alam barunawan mengatakan:

    Bila saya punya sharingan ..
    gua bakar itu, tempat2 mesum pakai Amaterasu ^_^
    pejabat2 yang terlibat, gua beri tsukiyomi …
    sekalian gue bejeg pakai Susano’o ^_^
    ngayal.com

  26. eri mengatakan:

    Viva pijat enak n plu²

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak tanggal 3 Mei 2008 tercatat

    • 312,369 pengunjung
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 113 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 113 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: