Siapakah Ahmad Zaini Suparta…!? Updated

Nama Ahmad Zaini Suparta tiba-tiba menjadi nama yang membuat orang-orang penasaran. Bagaimana tidak, setelah mengadakan pertemuan di Villa Bunga, Parongpong, Bandung, pria yang mengaku mendapat warisan dari orang tuanya dengan nilai belasan ribu triliun rupiah ini “berkoar” bahwa dia siap memberikan pinjaman dengan nilai yang cukup fantastis: 50 miliar untuk tiap proyek yang bertujuan mensejahterakan rakyat.

Ahmad Zaini Suparta (tengah) Mengaku memiliki belasan Ribu Triliun Rupiah diluar negeriEntah orang ini sedang mencari popularitas diantara rancunya kehidupan rakyat indonesia saat ini, atau orang ini adalah orang yang sakit jiwa! Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi pada orang ini. Kita hanya bisa menunggu perkembangan selanjutnya.

Ahmad menyatakan bahwa ayahnya (sumber warisan tersebut) masih ada keturunan langsung dari Prabu Siliwangi ke 13 dan ibunya keturunan langsung dari Embah Jaya Perkosa kerajaan Galuh Pakuan. Ia sendiri mengaku dari Tasikmalaya. “Saya hanya ingin bangsa ini sejahtera,” imbuhnya. Dia juga menyatakan “Ayah saya bisnis colateral,” dan ayahnya mendapatkan uang tersebut dari menjual rempah-rempah ke Amerika Serikat, Cina, dan negara-negara di Eropa.

Misterius dan Tidak Dikenal

Yang aneh dari pengakuan Ahmad Zaini Suparta ini adalah dia tidak dikenal oleh sejumlah kalangan di Tasikmalaya. Seorang pengusaha dengan aset sedemikian besar tidak dikenal oleh kalangannya sendiri!? Sesuatu yang janggal..!!!

Mantan anggota DPR/MPR, RH Djadja Winatakusumah, menuturkan, selama ia tinggal di Tasikmalaya tidak pernah mengetahui apalagi kenal dengan sosok bernama Ahmad Zaini Suparta. “Saya bahkan baru mendengar nama itu. Saya akan coba cek ke teman teman seangkatan barangkali ada yang tahu,” ujarnya. Dia mengaku penasaran dengan sosok Ahmad, setelah mengklaim memiliki harta senilai belasan ribu triliun rupiah. “Terus terang saya penasaran dengan kabar tersebut. Apalagi ia mengaku berasal dari Tasikmalaya. Kalau perlu saya akan menanyakan ke teman teman di sekolah rakyat dulu,” tandasnya.

Ketua Lintas Asosiasi Rekanan Pemborong Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, H Noves Narayana, juga mengaku baru mengetahui nama tersebut. “Sebelumnya saya tidak pernah mendengar nama itu. Apalagi sebagai sosok pengusaha. Tapi saya akan mencoba mencari tahu,” ujarnya.

Lalu siapakah Ahmad Zaini Suparta..!? Benarkah ia adalah anak dari seorang pengusaha sukses yang berhasil mengumpulkan uang dalam bentuk emas senilai belasan triliun rupiah..!? Kita tunggu saja perkembangan berikutnya, apakah ini hanya HOAX atau kenyataan…

(dirangkum dari beberapa sumber)

Update 1:

Jum’at 30 Mei 2008: Bank Indonesia mengaku tidak pernah dihubungi Ahmad Zaini Suparta.

JAKARTA, JUMAT – Pengakuan pengusaha asal Tasikmalaya, Ahmad Zaini Suparta yang mengklaim memiliki dana lebih dari Rp 18.000 triliun mengundang rasa penasaran. Pria 52 tahun itu mengaku telah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan Anal isis dan Transaksi Keuangan (PPATK) terkait proses hukum pengaliran dananya yang ia akui berada di luar negeri. Kepala Biro Humas Bank Indonesia Filianingsih Hendarto mengatakan, secara prinsip Bank Indonesia tidak menerima simpanan dana secara individual.

 

“Jadi, tidak mungkin proses dilakukannya melalui BI. Nggak ada juga yang menghubungi kita (BI) terkait hal itu. Prinsipnya begini, BI itu hanya menampung rekening milik pemerintah dan bank-bank. Tidak ada rekening individual,”  ujar Filianingsih saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/5).

 

Bagaimana dengan PPATK ?  Saya sarankan ya coba tanya ke PPATK saja. Kalau BI yang jelas tidak mengurus rekening pribadi atau individu,”  katanya. (Sumber: Kompas.com)

Zaini Promosi Lewat Friendster (sumber: Tribun Jabar)

UMI Zakiroh, sosok perempuan karier, selalu tak jauh dari Ahmad Zaini Suparta. Saat pertemuan di Vila Istana Bunga, Parongpong, Kamis (29/5), ia ada di sana. Umi Zakiroh binti Ibnoe Hadjar, begitu nama lengkapnya, adalah orang dekat dan kepercayaan Ahmad Zaini. Umi juga yang disebut-sebut mengelola keuangan dana simpanan lelaki yang disebut-sebut memiliki dana triliunan rupiah itu.

Perempuan kelahiran 1968 itu bersama suaminya, Raden Sutiadi,  mempromosikan keberadaan dana itu lewat internet. Herannya, promosi itu tidak melalui situs resmi, misal .com atau co.id, tapi memanfaatkan situs-situs pertemanan gratis, seperti Friendster (FS), Tagged, Netlog, Myspace, Livecounter, dan sebagainya. Padahal, dana yang ditawarkan mereka bukan main-main nilainya, mencapai triliunan rupiah, sehingga tidak akan sulit untuk membuat situs sendiri. Umi atau Sutiadi tidak pernah menyebut nama Ahmad Zaini Suparta dalam setiap promosi. Mereka hanya menyebutkana dana itu sebagai milik investor. Namun, tentu tak sulit menghubungkan siapa yang dimaksud dengan investor itu jika melihat kedekatan Umi dengan Ahmad Zaini.

Berdasar profile di Friendster, Umi mengaku ia dan suaminya adalah lulusan Universitas Indonesia tanpa menyebut jurusan. Mereka juga mengaku lulusan Institute Banking of Indonesia dan The Montford University of Leicester England. Pekerjaan mereka adalah CEO of Investment Club. Umi menuliskan hobinya adalah membaca, menari, berenang, piknik, dan shopping. Ia penggemar musik jazz, klasik, blues, dan pop. Bergabung di Friendster sejak April 2005 dan beralamat di Srengseng, Jakarta.

Coba baca promosi Umi tentang dana tersebut di FS. “Saya memasarkan dana yang dapat digunakan untuk dijadikan modal investasi dan atau modal kerja yang diberikan untuk berbagai proyek riil dengan nilai minimal investasi sebesar Rp 50 miliar tanpa jaminan dan tanpa biaya proses. Apabila Anda ingin menjadi nasabah saya untuk menggunakan dana tersebut, silakan hubungi salah satu link utama kami, yaitu Bapak Aam di 08121024763. Atau bisa juga Anda buat janji untuk bertemu dengan Bpk Prof Dr Ir Ono Kurnaen, buat janji pertemuan dgn beliau melalui sekretaris beliau, yaitu Bpk Mulyanto di 081315233850-081399943569, by voice not SMS. Atau sekadar menjadi mediator saya, silakan hubungi sekretaris saya Ibu Sri Rejeki di 08128104720 dan katakan pada beliau kalau Anda teman saya di internet. Saya tunggu kedatangan Anda, sampai jumpa”.

Atau baca juga comment Umi Zakiroh di Friendster milik orang lain yang isinya juga promosi tentang hal yang sama. Kali ini penawaran lebih spesifik ditujukan kepada para pengusaha swasta dan pejabat pemda. “Bila Anda para pengusaha swasta atau pejabat pemda yang membutuhkan kredit modal kerja atau investasi untuk berbagai proyek sektor riil tanpa jaminan tanpa biaya proses dengan minimal dana yang dibutuhkan sebesar Rp 50 miliar atau USD 5 million, segera hubungi sekretaris saya Ibu Sri Rejeki di 08128104720 atau salah satu link utama mediator kami Bpk Prof Dr Ir Ono Kurnaen, buat janji pertemuan dgn beliau melalui sekretaris beliau, yaitu Bpk Mulyanto di 081315233850   081399943569, by voice not SMS. Terima kasih dan sampai jumpa”.

Penawaran dari Umi Zakiroh ini mendapat tanggapan beragam. Banyak yang berminat mengetahui syarat-syarat mendapatkan dana tersebut, misalnya komentar Bambang Sugeng di Netlog milik Umi Zakiroh tertanggal 10 Februari 2007. “Salam, saya membaca tulisan Anda tentang dana pinjaman tersebut dan saya tertarik untuk dapat menerima penjelasan yang lebih lanjut dari Anda. Please don’t hesitate to give me further explanation. Thank you for your kind attention“.

Komentar Bambang ini langsung ditanggapi Umi sebagai berikut, “Terima kasih Bapak Bambang Sugeng, penjelasan bisa diberikan hanya dalam setiap presentasi umum yang selalu saya adakan secara gratis, namun karena setiap tahunnya investor kami libur bulan Desember sampai dengan Februari, saat ini saya masih liburan juga, tapi kalau Bapak mau dapat info, Bapak bisa juga menghubungi sekretaris saya, Ibu Sri Rejeki by voice not SMS di 08128104720, Bapak minta agar Ibu Sri Rejeki memberikan waktunya untuk membuat jadwal untuk menerima kehadiran Bapak, bilang saja kalau Bapak adalah rekan saya di internet. Bila Bapak akan menjadi nasabah kami, Bapak akan dapat penjelasan dari beliau, dan Bapak dapat memulai membuat proposal sesuai metode kami yang akan dijelaskan oleh beliau, namun bila Bapak berminat untuk menjadi mediator kami, maka Bapak akan dimintakan data dan scan KTP Bapak, kemudian Bapak akan difoto oleh beliau. Setelah terdaftar Bapak baru dapat membawa para pengusaha yang berminat menerima dana dari investor kami. Ok deh Pak, kami tunggu ya, sampai jumpa”.

Begitulah cara Umi Zakiroh mempromosikan dana bantuan modal kerja atau investasi ini. Ia menawarkan kepada siapa pun untuk menjadi nasabah atau mediator. Nasabah berarti yang bersangkutan sebagai penerima atau peminjam dana bantuan, sementara mediator adalah orang yang menjadi perantara atau mendatangkan pengusaha dan pejabat. Syaratnya untuk jadi mediator ternyata mudah, cukup menyertakan fotokopi KTP dan menuliskan data setelah difoto. (Tribun Jabar/Mac)

Update 2:

Sabtu, 31 Mei 2008: Triliuner ngutang dimana-mana (sumber: Kompas.com)

Ahmad Zaini Suparta, pria yang mengaku akan membagikan warisan orangtuanya senilai Rp 18.000 triliun, dicari-cari sejumlah pengusaha hotel, katering, dan hiburan karena ngemplang ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Susno Duadji mengimbau warga masyarakat tidak mudah terpancing dengan kabar tentang triliuner yang akan membagi-bagi uang.
   
Sejumlah pengusaha yang tertipu Ahmad Zaini melaporkan pria yang mengaku tinggal di Pulomas, Jakarta Timur, tersebut ke Polresta Cimahi. Ahmad Zaini antara lain menunggak pembayaran sewa hotel tempat ia menyelenggarakan public expose rencana penyaluran dana Rp 18.000 triliun tersebut.
   
Grup musik tradisional terkemuka, Saung Angklung Mang Udjo, juga mencari-cari Ahmad Zaini karena belum membayar honor pentas. Melalui Yayasan Galuh Pakuan yang beralamat di Jalan Aria Timur, Bandung, beberapa waktu lalu Ahmad Zaini minta Saung Angklung Mang Udjo menghibur hadirin di public expose di Villa Istana Bunga, Parongpong, Bandung Barat, Kamis (29/5).
   
”Kami dikontrak Rp 20 juta, tapi uangnya hingga kini belum dibayar,” kata Maulana, staf marketing Saung Angklung Mang Ujo, Jumat (30/5). Maulana telah mengecek ke alamat Ahmad Zaini yakni di Jalan Aria Timur. Ternyata, alamat itu adalah alamat Yayasan Galuh Pakuan. ”Galuh Pakuan lepas tanggung jawab,” imbuhnya.
   
Polisi juga menerima laporan dari 30 gadis yang bertugas sebagai penerima tamu pada public expose Kamis lalu. Para gadis tersebut dijanjikan honor Rp 1 juta per orang. ”Kami yakin dia sudah kabur. Kami kesal dan melaporkan kejadian ini ke polisi,” kata Dewi (20), salah satu gadis yang dikontrak Ahmad Zaini.
   
Secara terpisah, Kapolda Jawa Barat Irjen Susno Duadji minta masyarakat berpikir jernih dengan tawaran seperti yang ditawarkan Ahmad Zaini. ”Orang gila kok ditanggapi. Masih banyak pekerjaan lebih penting. Masyarakat jangan ikut gila,” katanya.
   
Seperti diberitakan, Ahmad Zaini yang mengaku sebagai pengusaha asal Tasikmalaya dan tinggal di Jakarta Timur, pada Kamis (29/5) menggelar public expose multiproject di sebuah vila di Bandung Barat. Ahmad Zaini mengaku memiliki warisan Rp 18.000 triliun yang akan ia salurkan ke pemerintah daerah, perusahaan, maupun perorangan agar digunakan untuk menyejahterakan masyarakat.
   
Namun, seorang tokoh masyarakat Tasikmalaya mengaku asing dengan Ahmad Zaini. Selain itu, ada beberapa hal pada Ahmad Zaini yang terkesan misterius. Kondisi ini mirip dengan Djoko Suprapto, pria asal Nganjuk, Jawa Timur, yang mengaku bisa mengubah air laut menjadi bahan bakar untuk kendaraan. Namun Djoko tak pernah mengizinkan temuannya yang diberi nama blue energy itu untuk diuji secara ilmiah.
   
Hingga kemarin, Djoko masih mengurung diri di rumahnya. Padahal, hari itu dia dijadwalkan memaparkan temuannya di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di istana. Selain menerima Djoko, SBY juga dijadwalkan menerima tim energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun pertemuan itu urung dilaksanakan karena, menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Presiden SBY masih batuk dan harus istirahat.
   
Lebih jauh, Andi membantah bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tertipu oleh Djoko Suprapto yang mengaku dapat mengubah air laut menjadi bahan bakar kendaraan.
   
”Saat dipresentasikan ke Presiden, Presiden mendorong agar riset itu ditindaklanjuti. Ditindaklanjutinya diserahkan masing-masing, ada yang ditindaklanjuti oleh swasta, lembaga penelitian, dan perorangan. Apakah riset itu gagal atau berhasil, (itu) urusan lain. Kalau gagal, ya jangan putus asa,” katanya di Gedung DPR, Jumat (30/5).
   
Di tempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta bangsa Indonesia tidak menganggap remeh sebuah penelitian, termasuk penelitian blue energy yang saat ini sedang dilakukan oleh Djoko Suprapto. ”Jangan anggap remeh semua penelitian ekstrem seperti itu. Semua penelitian ekstrem, awalnya selalu dilihat konyol, dianggap gila,” katanya

Iklan
Comments
2 Responses to “Siapakah Ahmad Zaini Suparta…!? Updated”
  1. Harun berkata:

    Saya sebagai preskom Regita Realita Prima, sudah mengajukan proyek sebesar 2 T, saya harap bapak AZ kalau memang benar, tolong dibantu saya.
    Demi kemajuan bangsa indonesia saya siap menerima tantangan.
    Kalau tidak saya bisa GILA..!!!! karena saya sudah banyak mencurahkan materi dan moral untuk khayalan ini.

  2. Mohamad jamaludin berkata:

    Ass, benar dan tdkx berita ini, sy tetap berharap pak ahmad zaini apa yg dicita2kan x apalagi cita2 ya mulya ini, bs dikabulkan Alloh swt, amin! Dan ntix bs menolong sesama umat yg lg menderita, termasuk sy, skali lg salam jempol atas keberanian & kemulyaan hati & cita2 luhur bpk! Dan jangan lupa soal permohonan sy itu, mohon petunjuk & rekomendasi soal syarat & pengajuan pinjaman itu! Tolong klw bs balas ke no hpku sj, trims sblmx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak tanggal 3 Mei 2008 tercatat

    • 372,290 pengunjung
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 120 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: