Ahmad Zaini Suparta akan “Alirkan” Rp. 16.720 Triliun untuk Rakyat

Entah ini siasat pemerintah untuk menenangkan rakyat, orang baru dengan cerita lama seperti “blue energy” atau memang kenyataan yang benar-benar terjadi. Saya belum berani berkomentar lebih jauh lagi. Biarlah waktu yang menjawab, dan semoga jawabannya dapat menenteramkan negeri ini.

Berita ini saya kutip dari Kompas.com

Ratusan pengusaha, bankir, pejabat pemerintah memenuhi Villa Istana Bunga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat pada hari Kamis 29 Mei 2008. Mereka menunggu kepastian dana belasan triliun yang dikatakan akan dikucurkan untuk membiayai proyek ratusan miliar.

Ahmad Zaini Suparta mengaku memiliki dana belasan ribu triliun tersebut. Dana tersebut akan digunakan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui sejumlah proyek yang diajukan tamu undangan kemarin.

Ahmad mengaku memiliki harta tersebut sebagai warisan dari orang tuanya, Suparta, yang mempunyai kolateral emas yang disimpan di sejumlah bank di AS, China, dan Eropa. Achmad mengaku dananya baru diketahui 1.000 hari setelah kematian orang tuanya. “Empat puluh delapan Bank telah menyatakan siap menerima aliran dana tersebut. Kita tunggu saja dalam waktu dua minggu ini,” ucap Ahmad, pada public multi project, kemarin.

Menurutnya, hartanya 20 kali lipat dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Cukup untuk mensejahterakan bangsa Indonesia selama 35 tahun ke depan,” ujar pria yang mengaku berasal dari Banten dan mempunyai istri berna Dewi Sri Wulan Birawati. Dana APBN Indonesia saat ini sekitar Rp 836 triliun. Ini berarti dana yang diakui dimiliki Achmad Zaini sekitar Rp 16.720 triliun.

Jika harta Achmad Zaini ini benar ada, ia berarti mengalahkan kekayaan Menteri Koordinar Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Beberapa hari lalu, Aburizal yang berasal dari Lampung ini dinobatkan sebagai pria terkaya di Asia Tenggara oleh Globe Asia, dengan nilai kekayaan Rp 85,9 triliun.

Ahmad berniat membangun daerah pelosok di tanah air dengan memprioritaskan terlebih dahulu pembangunan kesehatan dan pendidikan. “Saya akan membangun sekolah dan rumah sakit di 10 kabupaten terlebih dahulu,” tutur Ahmad. Selain itu, ia juga berencana membangun sirkuit Formula 1 dan Moto GP di Klungkung, Bali.

Sepuluh kabupaten yang akan mendapatkan dana untuk pembangunan 10 rumah sakit dan 10 sekolah di antaranya adalah, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Katapang, Tanjung Balai, dan Bima.

Ia yakin dananya dapat digunakan program pembangnan kesehatan dan pendidikan di 283 kabupaten. Ia mengaku proses hukum pengaliran dana fantastis ini sudah dilakukan melalui koordinasi Bank Indonesia, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), dan pejabat terkait lainnya.

Acara public expose kemarin, yang diadakan Yayasan Galuh Pakuan, sempat tertunda. Acara rencananya diadakan di Gedung Graha Siliwangi, namun dipindah ke Parongpong karena lantaran belum ada izin keramaian. Acara dihadiri pengusaha, pejabat dari seluruh Indonesia dan bankir. Di antara perusahaan yang disebut-sebut telah mengajukan proposal di antaranya dari perusahaan semen, Bakriinvestindo, dan Jasa Marga.

sumber: Kompas.com

Kita tunggu saja perkembangan berita selanjutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak tanggal 3 Mei 2008 tercatat

    • 368,557 pengunjung
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: