Kasus Max Moein, Contoh Skandal di Gedung Dewan

Foto syur -yang ga syur-syur amat- akhirnya menguak kasus baru “pelecehan seksual Max Moein terhadap Desi Firdayanti, mantan sekertarisnya”. Ujung-ujungnya PDIP sebagai “kendaraan” Max untuk masuk ke Gedung Dewan me-nonaktifkan Max Moein dari Dewan Perwakilan Rakyat, keputusan ini diambil oleh PDIP guna melakukan penyelidikan intern tentang kasus yang menimpa Max Moein tersebut. Meski begitu, Max belum secara resmi “ditarik” dari kursinya di Dewan yang artinya, masih “makan” dari gaji sebagai anggota dewan yang tentunya adalah uang rakyat.

Kita ke kasus foto syur Max dengan Desi. Apakah benar Desi pernah berfoto dengan Max Moein..!? “Pernah seh. Untuk kenang-kenangan kata Bapak, kalo lagi kangen atau apa, saya ga ngerti” demikian pengakuan Desi. Pernyataan ini secara tidak langsung membenarkan bahwa foto yang beredar di internet saat ini adalah benar foto Max Moein bersama Desi Firdayanti. Terlepas foto itu hasil rekayasa photoshop atau bukan, menurut pengakuan Desi, foto itu diambil di kamar salah satu hotel bintang lima di Jakarta sekitar bulan Desember 2004.

Ada Apa Antara Max dengan Desi..!?

Versi Desi – Max Moein adalah mantan atasannya di gedung Dewan. Selama bekerja pada Max, Desi mengaku acap kali dilecehkan di ruangan Max -yang selalu dikunci dari dalam dan telepon diangkat agar bernada sibuk-. Menurut pengakuan Desi juga, pelecehan dilakukan dengan memasukkan jari Max ke Vagina Desi -yang dimasukin 2 jari lho..!!!-. Ini dilakukan berkali-kali di ruangan Dewan -yang dibuat dengan dana rakyat- sampai akhirnya Max mengajak Desi untuk check in di sebuh hotel berbintang lima di Jakarta. Disanalah, menurut Desi, pertama kali Max Moein memasukkan penisnya ke vagina Desi. Kita tidak tahu apakah ada peristiwa kedua, ketiga dan seterusnya.

Versi Max –  Desi adalah mantan sekretarisnya di gedung dewan yang berhenti bekerja padanya karena “mengambil” laptop -kata-kata Max saat wawancara “…karena dia memba.. mengambil laptop yang saya beli untuk saya…” kurang meyakinkan banget kalo Desi mencuri-.

Versi Wakil Ketua BK (Badan Kehormatan) DPR – Desi adalah wanita penggoda yang sering mengajak kencan pria yang telah beristeri. bahkan Desi sempat menjadi penyebab keretakan keluarga salah seorang anggota dewan -tidak disebutkan siapa-.

Menurut kronologis yang dibuat Desi sebagai barang bukti yang diserahkan kepada BK-DPR dan diakui sebagai bukti yang hilang oleh LBH-APIK, Max Moein beberapa kali mencairkan dana untuk keluarga Desi dengan jumlah total mencapai puluhan juta rupiah…!!!. Anda tentu akan berfikir: “ada apa sebenarnya antara Max Moein dan Desi..!?”. Apakah Desi dulunya “simpanan” Max..!? Atau Desi ternyata adalah seorang PSK yang berkedok sekertaris yang bekerja di gedung Dewan..!? -ini karena Desi mengaku membawa pulang laptop dan printer untuk dipelajari. Masa sekertaris ga bisa pegang laptop..!?- Apakah hanya Max Moein yang pernah “menggunakan jasa” Desi..!? Entahlah, hanya mereka-mereka yang dekat dengan Max dan Desi yang tahu.

Kejanggalan dalam Kasus Max Moein

1. Desi melaporkan Max Moein pertama kali dengan tuduhan PHK sepihak dan dituduh mencuri laptop pada tahun 2004. Ruhut Sitompul, SH lah yang menjadi pengacara Desi pada waktu itu. Sedangkan tuduhan pelecehan seksual oleh Max baru dilaporkan setelah 3 tahun lebih berlalu.

Desi mensomasi Max melalui Ruhut tentunya bukan karena Desi ingin kerja lagi, tapi karena ingin minta “pesangon” setelah menjadi “sekertaris plus-plus” nya Max Moein. Bang Ruhut bukan pengacara sembarangan, jadi begitu mencium adanya tujuan tersembunyi dari Desi, kemungkinan bang Ruhut melimpahkan kasusnya ke LBH-APIK karena dengan melalui LBH-APIK, tuduhan pelecehan seksual dapat menjadi senjata yang ampuh dalam proses untuk mendapatkan “pesangon” dari Max. Tapi ternyata masih gagal, maka biar sekalian pada ancur, ekspos aja ke media, salah satu caranya adalah dengan menyebarkan foto Desi dengan Max. -Ini menurut analogi saya lho, kalo salah jangan marah-.

2. Pencairan dana dengan jumlah yang lumayan jika akan digunakan sebagai “gaji” atau “bonus” untuk Desi.

Memang ga masuk akal jumlah bonus yang diterima oleh Desi, jika dibandingkan dengan kemampuannya yang “dibawah standard” sebagai sekertaris -belajar pegang laptop ajah setelah bekerja ma Max Moein-. Tapi kalo Desi juga memberikan “pelayanan” melebihi jam kantor , kita tidak perlu heran dengan jumlah uang yang dihasilkan oleh Desi dari keahliannya dalam bidang “gesek-menggesek”.

3. BK-DPR terkesan menutupi kasus ini sebelum media mengekspose kasus ini ke masyarakat sejak beredarnya foto Max dengan Desi.

Ya iyalah, namanya juga Badan Kehormatan, tugasnya menjaga kehormatan dan keagungan nama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Jadi kita ga perlu tau masalah-masalah seperti itu sebenarnya. Mungkin juga BK sudah memberikan nasehat pada Max untuk memberikan “pesangon” kepada Desi, tapi ternyata Max tidak memberikan “pesangon” dimaksud. Toh ujung-ujungnya Max yang kena batunya. Coba begitu Ruhut mendatangi Max untuk meminta “pesangon” karena diberhentikan secara tidak hormat, Max langsung ngasi, saya yakin kalo Foto yang beberapa waktu lalu banyak dicari di internet (blog saya kebagian 3.000an pengunjung dalam satu hari yang pengen ngeliat foto syur ntu) tentunya ga akan beredar seperti sekarang ini.

Baiklah, sekarang kita anggap Desi adalah -secara kasarnya- PSK di gedung DPR (mungkin kenyataannya ga kayak gitu, jadi kalo salah saya mohon maaf pada pihak terkait ), kenapa Max tidak mau “membayar” Desi..!? Apakah karena “pelayanan” Desi sudah membosankan bagi Max..!? Apakah Desi “meminta” terlalu banyak pada Max (memeras Max)..!? Atau Max sudah punya “sekertaris” baru yang lebih baik dari Desi..!?

Entahlah… Biar mereka saja yang tahu, saya hanya mencoba menuangkan apa yang terlintas difikiran saya tentang kasus ini. Secara beberapa orang pejabat yang saya kenal ternyata memang seneng “main wanita”. Jadi fikiran saya ya kayak gitu. Wanita memang bisa menjadi penyejuk bagi kaum pria, tapi tak sedikit pria hancur karena wanita. Karenanya, “marilah kita setia pada pasangan kita” agar tidak tertular HIV/AIDS (hampir ga ada hubungannya ). 😀

— sekian —

baca juga gambar syur max moein

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak tanggal 3 Mei 2008 tercatat

    • 369,920 pengunjung
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 120 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: